Artikel

Tanda-Tanda Awal Gigi Rusak Yang Perlu Diwaspadai!

Tanda-Tanda Awal Gigi Rusak Yang Perlu Diwaspadai!

Gigi yang rusak biasanya tidak langsung terasa sakit. Banyak orang baru sadar saat giginya sudah berlubang besar atau nyeri parah.Padahal, sebelum itu terjadi, biasanya gigi sudah memberi tanda-tanda kecil. Kalau diketahui lebih awal, kerusakan gigi bisa dicegah supaya tidak makin parah.

Berikut tanda-tanda awal gigi rusak yang perlu diperhatikan.

  1. Gigi terasa ngilu

Kalau gigi terasa ngilu saat minum panas atau dingin, makan manis, dan mengunyah makanan keras

  1. Ada perubahan di warna gigi

Seperti: bercak putih, warna coklat atau warna hitam kecil

  1. Bau mulut tidak hilang

Kalau bau mulut tetap ada walaupun sudah sikat gigi bisa jadi ada gigi berlubang, kotoran atau karang gigi dan sisa makanan yang terjebak di sela-sela gigi

  1. Sering ada makanan nyangkut di gigi

Sering merasa makanan gampang nyelip di gigi bisa jadi ada lubang kecil atau ada celah di antara gigi

  1. Gusi terasa tidak enak

Kadang gigi yang mulai rusak juga bikin gusi ikut terasa nyeri, agak bengkak, dan kadang berdarah

  1. Permukaan gigi terasa kasar

Jika diraba pakai lidah terasa tidak halus, ada cekungan kecil, atau terasa beda dari gigi yang lain

  1. Gigi jadi lebih sensitif 

Gigi yang mulai rusak biasanya jadi gampang ngilu saat minum dingin, minum panas, atau makan makanan yang manis dan lengket

Kenapa harus cepat ditangani?

Karena gigi yang rusak tidak bisa sembuh sendiri. Kalau dibiarkan:

  1. Lubang semakin besar
  2. Menyebabkan nyeri hebat
  3. Bisa mengenai saraf gigi
  4. Bahkan bisa sampai harus dicabut

Cara mencegah gigi makin rusak

  1. Sikat gigi 2x sehari (pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur)
  2. Gunakan pasta gigi berflouride
  3. Kurangi makanan manis dan lengket
  4. Bersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi
  5. Rutin periksa ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali

Jadi, gigi yang rusak sebenarnya sudah memberi tanda sejak awal, seperti ngilu, perubahan warna, bau mulut, dan makanan sering nyangkut. Kalau ditangani sejak awal, gigi bisa diselamatkan dan tidak perlu perawatan yang rumit.

Daftar Pustaka

Rahmat, I. N. F., Herijulianti, E., Utami, U., & Octaviana, D. (2023). Relationship brushing habits in class V children with gingivitis in elementary school. Jurnal Terapi Gigi dan Mulut, 2(2), 94–98.

Salfiyadi, T., Hanum, L., Reca, R., & Nuraskin, C. A. (2022). Status kebersihan gigi dan mulut dengan gingivitis pada ibu hamil. Jurnal Kesehatan Gigi, 9(2), 88–95.

Indriyasari, A. (2024). Perilaku penderita karies gigi dalam upaya promosi kesehatan gigi. Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia, 3(7), 150–158.

Nitasari, I. F., Octaviana, D., & Mulyanti, S. (2022). Overview of plaque index reduction using herbal toothpaste. Jurnal Terapi Gigi dan Mulut, 2(1), 55–62.