Jl. Deles Indah Km 2
Kebonarum, Klaten
Artikel
Rahang Sering Bunyi “Klik”? Waspada Gangguan TMJ!
Rahang Sering Bunyi “Klik”? Waspada Gangguan TMJ!
Pernah saat membuka atau menutup mulut tiba-tiba terdengar bunyi “klik” dari rahang? Atau merasa rahang tidak enak, pegal, nyeri , bahkan kadang sulit dibuka lebar? Kondisi ini sering terjadi dan disebut sebagai gangguan pada sendi rahang atau TMJ (Temporomandibular Joint Disorder) adalah gangguan pada sendi yang menghubungkan rahang bawah dengan tulang kepala. Sendi ini bekerja setiap hari saat kita berbicara, makan, atau menguap.
Kenapa rahang bisa bunyi ”klik”?
Bunyi klik biasanya terjadi karena bagian dalam sendi rahang tidak bergerak dengan halus. Ada “bantalan kecil” di dalam sendi yang bisa bergeser sedikit atau tidak pada tempatnya, sehingga saat rahang bergerak muncul bunyi. Pada sebagian orang, ini tidak berbahaya. Tapi kalau sering terjadi atau disertai rasa sakit, itu bisa jadi tanda masalah pada sendi rahang.
Gejala gangguan TMJ yang perlu diwaspadai
Selain bunyi klik, ganggua TMJ juga bisa ditandai dengan:
- Rahang terasa sakit atau pegal
- Susah membuka mulut lebar
- Nyeri di sekitar telinga atau pelipis
- Rahang terasa “ngunci” saat membuka mulut
- Sakit kepala yang sering muncul
Apa penyebabnya?
- Kebiasaan mengatupkan atau menggemeretakkan gigi (terutama saat stres)
- Mengunyah hanya satu sisi
- Cedera pada rahang
- Susunan gigi yang tidak rata
- Otot rahang yang terlalu tegang
Apakah berbahaya?
Tidak semua bunyi klik berbahaya. Tapi jika dibiarkan, bisa membuat nyeri rahang makin sering, sulit membuka mulut, aktivitas makan dan bicara jadi tidak nyaman. Karena itu, lebih baik diperiksa sejak awal sebelum bertambah parah.
Kapan harus periksa ke dokter gigi?
Segera periksa jika:
- Bunyi klik disertai nyeri
- Rahang sering terasa kaku atau mengunci
- Sulit membuka atau menutup mulut seperti biasa
- Keluhan tidak membaik dalam beberapa minggu
Rahang yang sering berbunyi klik bisa jadi normal, tapi juga bisa menjadi tanda awal gangguan TMJ. Pemeriksaan dini membantu mencegah keluhan menjadi lebih serius dan menjaga fungsi rahang tetap normal.
Daftar Pustaka
Lai S, Damayanti L, Wulansari D. (2023). Gangguan sendi temporomandibular akibat ruang edentulous pada usia dewasa muda. Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students. 7(2):112–118.
Rintoko B, Farida S, Prihastari L. (2022). Diagnosis gangguan sendi temporomandibular dengan metode DC/TMD. Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi. 18(1):33–40.
Tampubolon FG, Sofyanti E. (2021). Hubungan bentuk lengkung gigi dengan gejala gangguan sendi rahang. Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran. 33(3):201–207.