Jl. Deles Indah Km 2
Kebonarum, Klaten
Artikel
Kenapa Gigi Bisa Renggang Atau Berjarak?
Kenapa Gigi Bisa Renggang Atau Berjarak?
Pernah melihat adanya celah di antara gigi, terutama pada dua gigi depan? Kondisi ini dikenal sebagai diastema, yaitu adanya jarak atau celah di antara dua gigi yang seharusnya berdekatan. Pada sebagian orang, gigi renggang hanya menjadi masalah estetika. Namun pada kondisi tertentu, gigi yang semakin renggang dapat menjadi tanda adanya gangguan pada kesehatan gigi dan gusi.
Penyebab gigi renggang
- Ukuran rahang lebih besar dari ukuran gigi
Jika ukuran rahang lebih besar dibandingkan ukuran gigi, maka akan terbentuk celah di antara gigi. Kondisi ini umumnya dipengaruhi oleh faktor genetik atau keturunan
- Adanya beberapa kebiasaan sejak kecil, seperti:
Suka menghisap jempol terlalu lama, penggunaan dot atau empeng dalam jangka panjang, kebiasaan mendorong gigi dengan lidah saat menelan
- Jaringan penghubung bibir atau tali bibir yang terlalu besar
Di antara bibir atas dan gusi terdapat jaringan tipis yang disebut frenulum. Pada beberapa orang, jaringan ini tumbuh lebih besar atau menempel terlalu dekat dengan gigi depan sehingga menghambat kedua gigi depan untuk bertemu dan menutup celah
- Kehilangan Gigi
Ketika satu gigi tanggal atau dicabut dan tidak segera diganti, gigi-gigi di sekitarnya dapat bergeser ke ruang kosong tersebut. Akibatnya, susunan gigi menjadi berubah dan muncul jarak antar gigi
- Penyakit Gusi
Ini adalah salah satu penyebab yang sering tidak disadari. Penyakit gusi dapat merusak jaringan dan tulang yang menopang gigi. Ketika penyangga gigi melemah, gigi menjadi lebih mudah bergeser sehingga celah antar gigi bertambah besar. Pada orang dewasa, gigi yang sebelumnya rapat lalu perlahan menjadi renggang perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda adanya masalah gusi
- Pertumbuhan Gigi yang Tidak Normal
Beberapa orang memiliki gigi yang berukuran lebih kecil dari normal, berbentuk tidak biasa, atau bahkan ada gigi permanen yang tidak tumbuh. Kondisi tersebut dapat menciptakan ruang kosong yang membuat gigi tampak renggang
Kapan harus periksa ke dokter gigi?
Segera lakukan pemeriksaan jika:
- Celah antar gigi semakin lebar dari waktu ke waktu
- Gusi sering berdarah saat menyikat gigi
- Gigi terasa goyang
- Makanan sering terselip di antara gigi
- Celah menyebabkan gangguan bicara atau mengunyah
Apakah gigi renggang bisa diperbaiki?
Tentu saja. Penanganan akan disesuaikan dengan kondisi gigi, antara lain:
- Behel atau perawatan ortodonti
- Clear aligner
- Perawatan penyakit gusi
- Penggantian gigi yang hilang dengan gigi tiruan atau implan
- Diastema closure atau penambalan gigi depan yang renggang.
Jadi, Gigi renggang bukan hanya masalah penampilan. Kondisi ini dapat terjadi karena faktor keturunan, kebiasaan sejak kecil, kehilangan gigi, pertumbuhan gigi yang tidak normal, hingga penyakit gusi. Jika celah antar gigi semakin lebar atau muncul pada usia dewasa, pemeriksaan ke dokter gigi sangat dianjurkan untuk mencegah masalah yang lebih serius.
Daftar Pustaka
Setiawan, I. M. A., Syahputri, R. M., & Kurniasari, R. (2026). Management of midline diastema using removable orthodontic appliances combined with frenectomy: A case report. Interdental Jurnal Kedokteran Gigi, 22(1), 189–197.
Yohana, N., Mulyani, A. P., & Fransiska, A. (2024). Penggunaan peranti ortodonti lepasan dalam mengoreksi diastema anterior rahang atas dan gigi berjejal rahang bawah. Andalas Dental Journal, 12(1), 45–55.
Diandra, C., Malik, I., & Gayatri, G. (2021). Penutupan multiple diastema pada maksila dan mandibula menggunakan teknik retraksi anterior dua tahap dengan perawatan ortodonti standar edgewise. Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, 32(2).
Nuvvula S., et al. (2021). Etiological factors of the midline diastema in children: A systematic review. Journal of Indian Society of Pedodontics and Preventive Dentistry, 39(3), 229–236.