Jl. Deles Indah Km 2
Kebonarum, Klaten
Artikel
Gigi Tidak Berlubang, Kenapa Bisa Tiba-tiba Terasa Sakit?
Gigi Tidak Berlubang, Kenapa Bisa Tiba-tiba Terasa Sakit?
Banyak orang mengira bahwa sakit gigi pasti disebabkan oleh gigi berlubang. Padahal, tidak selalu demikian. Ada kalanya seseorang merasakan nyeri pada gigi secara tiba-tiba, meskipun saat dilihat sekilas tidak tampak lubang atau kerusakan yang jelas pada gigi tersebut. Kondisi ini sering membuat bingung. Gigi terlihat baik-baik saja, tetapi terasa ngilu, berdenyut, atau sakit saat digunakan untuk mengunyah. Untuk memahami penyebabnya, penting untuk mengetahui bahwa rasa sakit pada gigi tidak selalu berasal dari lubang gigi
Penyebab gigi bisa tiba-tiba sakit :
- Gigi sensitif
Salah satu penyebab paling umum adalah gigi sensitif. Kondisi ini terjadi ketika lapisan pelindung gigi (email) menipis atau bagian gusi yang turun sehingga menyebabkan akar gigi terlihat.
- Gusi mengalami peradangan
Kadang-kadang sumber rasa sakit bukan berasal dari giginya, melainkan dari jaringan gusi di sekitarnya. Gusi yang meradang akibat penumpukan plak dan karang gigi dapat menyebabkan rasa nyeri yang terasa seperti sakit gigi.
- Gigi retak yang tidak terlihat
Gigi dapat mengalami retakan kecil akibat kebiasaan menggigit benda keras, mengunyah es batu, atau karena benturan. Retakan yang sangat halus sering kali tidak terlihat. Namun, saat digunakan untuk mengunyah, retakan tersebut dapat menekan saraf di dalam gigi dan menimbulkan rasa sakit yang datang dan pergi.
Biasanya rasa sakit lebih terasa saat menggigit atau melepaskan gigitan.
- Kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur
Sebagian orang memiliki kebiasaan mengatupkan atau menggesekkan gigi secara tidak sadar saat tidur. Kondisi ini dikenal sebagai bruxism. Tekanan berlebihan pada gigi dan rahang dapat menyebabkan gigi terasa nyeri saat bangun tidur, rahang pegal, sakit kepala di pagi hari, dan bagian email gigi tergerus sehingga gigi terasa sensitif.
- Gigi bungsu yang sedang tumbuh
Gigi bungsu sering tumbuh pada usia remaja akhir hingga dewasa muda. Karena ruang di rahang sering kali terbatas, proses tumbuhnya gigi bungsu dapat menimbulkan rasa sakit. Biasanya gejala umum yang terjadi yaitu nyeri dibagian belakang rahang, gusi bengkak, sulit membuka mulut lebar, dan nyeri saat mengunyah
- Makanan terselip di antara gigi
Potongan makanan yang tersangkut di sela-sela gigi dapat menekan gusi dan menyebabkan rasa sakit yang cukup mengganggu. Meski terlihat sepele, kondisi ini sering menjadi penyebab nyeri gigi mendadak, terutama setelah makan daging, sayuran berserat, atau makanan yang mudah tersangkut.
Kapan harus ke dokter gigi?
Segera periksaan diri ke dokter gigi jika:
- Nyeri berlangsung lebih dari satu atau dua hari
- Gigi terasa berdenyut terus-menerus
- Terjadi pembengkakan pada gusi atau wajah
- Sulit mengunyah
- Muncul demam
Gigi yang tiba-tiba sakit tidak selalu berarti gigi berlubang. Penyebabnya bisa bermacam-macam, karena penyebabnya beragam, pemeriksaan ke dokter gigi menjadi langkah terbaik untuk mengetahui sumber masalah dan mendapatkan penanganan yang tepat. Semakin cepat penyebabnya ditemukan, semakin mudah pula masalah tersebut diatasi sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius
Daftar Pustaka
Wibowo, G. W., Chuan, H. K., & Halim, S. (2025). Dentin hypersensitivity: A literature review. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 11(5), 131–140.
Rasni, N. D. P., & Khoman, J. A. (2021). Penatalaksanaan hipersensitivitas dentin. e-GiGi, 9(2), 133–138.
Stachurski, P., Górski, B., & Trybek, G. (2023). Dentin hypersensitivity: Etiology, diagnosis and contemporary therapeutic approaches—A review in literature. Applied Sciences, 13(21).
Putra, P. J., Rusip, G., & Butar Butar, A. K. (2022). Prevalensi maloklusi skeletal dan inklinasi gigi insisivus rahang atas ditinjau dari radiograf sefalometri. Prima Journal of Oral and Dental Sciences, 5(2)