Jl. Deles Indah Km 2
Kebonarum, Klaten
Artikel
Gigi Sudah Nggak Sakit? Waspada, Itu Bisa Tanda Gigi Kamu Sudah Mati!

Gigi Sudah Nggak Sakit? Waspada, Itu Bisa Tanda Gigi Kamu Sudah Mati!
Rasa Sakit Hilang Bukan Berarti Gigi Sudah Aman
Banyak orang merasa tenang saat gigi yang berlubang dan sebelumnya sakit kini tidak terasa apa-apa lagi. Tapi hati-hati! Dalam dunia kedokteran gigi, kondisi ini justru jadi tanda bahaya. Saat gigi yang pernah nyeri hebat tiba-tiba tenang, itu bisa berarti satu hal: saraf gigi kamu mungkin sudah mati.
Gigi bukan benda mati. Di dalamnya ada jaringan hidup, termasuk saraf dan pembuluh darah. Ketika gigi berlubang makin dalam dan tidak segera dirawat, bakteri bisa menembus email dan dentin, lalu mencapai pulpa, yaitu bagian terdalam gigi yang berisi saraf dan pembuluh darah. Ketika pulpa ini terinfeksi, kamu akan merasakan sakit luar biasa: cekot-cekot, nyeri terus menerus, bahkan sampai susah tidur semalaman.
Jika kondisi ini dibiarkan, lama kelamaan infeksi akan membunuh saraf gigi. Saat itulah rasa sakit bisa tiba-tiba menghilang. Tapi bukan karena sembuh, melainkan karena sistem saraf gigi kamu sudah tidak berfungsi lagi—alias mati. Dan gigi yang sudah mati bukan berarti bebas masalah. Justru ini bisa jadi sarang bakteri dan penyebab infeksi lebih parah di akar gigi dan jaringan sekitarnya.
Kenapa Gigi yang Sudah Mati Harus Dirawat?
Gigi mati biasanya tidak menunjukkan gejala yang mencolok, karena tubuh sudah tidak bisa “merasakan” lagi ada masalah. Tapi infeksinya masih jalan terus. Bakteri bisa berkembang di saluran akar, menyebabkan abses (kantung nanah), bau mulut, bengkak di gusi, dan bahkan menyebar ke bagian tubuh lain jika tidak segera diatasi.
Maka dari itu, jangan langsung menambal gigi yang berlubang tanpa pemeriksaan dulu, terutama kalau kamu pernah merasakan nyeri hebat sebelumnya. Penambalan pada gigi yang sudah mati tanpa perawatan sebelumnya hanya akan “mengunci” infeksi di dalam, dan itu bisa menyebabkan komplikasi serius di masa depan.
Apa Itu PSA (Pulpal Status Assessment)?

Sebelum dokter menambal gigi, biasanya mereka akan melakukan yang namanya PSA atau Pulpal Status Assessment. Ini adalah prosedur pemeriksaan untuk menilai apakah saraf gigi masih hidup, meradang, atau sudah mati. Ada beberapa cara yang biasa dilakukan:
1.Tes sensitivitas: Gigi diberi rangsangan dingin atau panas. Kalau gigi masih merespons, berarti sarafnya masih hidup.
2.Tes perkusi dan palpasi: Gigi diketuk ringan atau ditekan untuk melihat ada reaksi nyeri atau tidak.
3.Tes radiografis (rontgen): Untuk melihat ada tidaknya infeksi di ujung akar gigi.
4.Pemeriksaan riwayat gejala: Seperti apakah pernah terasa nyeri cekot-cekot, nyeri spontan, atau nyeri hebat di malam hari.
Kalau dari hasil PSA saraf gigi terdeteksi sudah mati, maka dokter akan menyarankan perawatan saluran akar (root canal treatment) terlebih dahulu sebelum penambalan. Tujuannya untuk membersihkan jaringan saraf mati, menghilangkan bakteri, dan mensterilkan saluran akar.
Apa Bahayanya Kalau Langsung Ditambal Tanpa PSA?
–Infeksi bisa terperangkap dalam gigi dan menyebar ke akar atau jaringan sekitar.
–Bisa menyebabkan abses yang menyakitkan dan bengkak hebat.
–Tambalan bisa cepat rusak karena dasar gigi masih lembek dan terinfeksi.
–Akhirnya, gigi harus dicabut kalau sudah terlalu rusak dan tak bisa diselamatkan lagi.
Kapan Harus Curiga Gigi Sudah Mati?
-Kamu pernah merasakan nyeri gigi parah (cekat-cekit) tanpa sebab yang jelas.
-Rasa sakitnya dulu sangat intens dan kini tiba-tiba hilang.
-Gigi berlubang besar tapi tidak lagi sensitif terhadap makanan panas/dingin.
-Ada bau mulut tak sedap, meski sudah sikat gigi rutin.
-Gigi terlihat menghitam atau berubah warna.
Kalau kamu mengalami satu atau beberapa hal di atas, segera periksa ke dokter gigi untuk dilakukan PSA sebelum memutuskan untuk tambal atau tindakan lainnya.
Jangan Abaikan Gigi yang ‘Diam’
Gigi yang dulunya sakit dan sekarang tiba-tiba tidak terasa apa-apa bukan berarti sembuh, justru itu bisa jadi sinyal bahaya. Gigi mungkin sudah mati dan menyimpan infeksi yang bisa menyebar. PSA penting dilakukan untuk memastikan kondisi saraf gigi sebelum penambalan dilakukan. Dengan begitu, kamu bisa menghindari masalah lebih serius di masa depan.
Jadi, jangan takut ke dokter gigi. Lebih baik dicek sekarang daripada menyesal nanti!
Referensi
Pasril, Y. (2023). Perawatan Saluran Akar pada Gigi Incisivus Sentral dan Lateral Maksila dengan Perbedaan Status Pulpa: Laporan Kasus. Insisiva Dental Journal, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Nerito, P. & Sutowijoyo, A. (2023). Kepatuhan Pasien dalam Menjalani Perawatan Saluran Akar Multi Kunjungan pada Pasien BPJS di Rumah Sakit X Sidoarjo. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut, Poltekkes Palembang.
Hutami, dkk. (2025). Perawatan Saluran Akar Satu Kali Kunjungan pada Gigi Molar Pertama Bawah Kanan dengan Restorasi Endocrown Resin Komposit. Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran.
Stefani, R. & Steward. (2024). Perawatan Ulang Saluran Akar Gigi Molar Kanan Mandibula. Jurnal Kedokteran Gigi Terpadu, Universitas Trisakti.