Jl. Deles Indah Km 2
Kebonarum, Klaten
Artikel
Dental Splinting: Cara Efektif Menstabilkan Gigi Yang Goyang!
Dental Splinting: Cara Efektif Menstabilkan Gigi Yang Goyang!
Pernah mengalami gigi goyang setelah terbentur saat berolahraga, kecelakaan, atau karena penyakit gusi? Banyak orang mengira gigi yang goyang harus segera dicabut. Padahal, pada beberapa kondisi, gigi tersebut masih dapat dipertahankan dengan perawatan yang disebut dental splinting.
Apa itu dental splinting?
Dental splinting adalah tindakan mengikat satu atau beberapa gigi yang goyang dengan gigi yang masih kuat agar posisinya tetap stabil. Splint bekerja seperti “penyangga” yang membantu mendistribusikan tekanan saat mengunyah sehingga beban tidak hanya ditanggung oleh gigi yang bermasalah. Perlu dipahami bahwa dental splinting bukanlah perawatan utama. Dokter gigi tetap harus mengatasi penyebab gigi goyang, misalnya penyakit gusi, trauma, atau kebiasaan menggigit yang tidak normal.
Kapan dental splinting dibutuhkan?
- Gigi goyang akibat benturan atau kecelakaan
- Gigi goyang karena penyakit periodontal (penyakit jaringan penyangga gigi)
- Gigi bergeser setelah mengalami trauma
- Gigi terasa sakit saat digunakan untuk mengunyah karena gigi goyang yang berlebihan
Keputusan untuk melakukan splinting akan disesuaikan dengan tingkat kegoyangan gigi, kondisi tulang penyangga, serta kesehatan jaringan gusi.
Bagaimana prosedurnya?
- Pemeriksaan menyeluruh
Dokter akan memeriksa tingkat kegoyangan gigi, kondisi gusi, serta melakukan foto rontgen bila diperlukan.
- Membersihkan area gigi
Gigi dibersihkan agar bahan splint dapat melekat dengan baik.
- Pemasangan splint
Dokter menempelkan bahan fiber atau kawat tipis menggunakan resin komposit pada beberapa gigi sehingga menjadi lebih stabil.
- Pengecekan gigitan
Dokter memastikan splint tidak mengganggu saat menggigit atau mengunyah.
Apa manfaat dental splinting?
- Membantu menstabilkan gigi yang goyang
- Mengurangi rasa tidak nyaman saat mengunyah
- Memberikan kesempatan jaringan penyangga gigi untuk pulih
- Membantu mempertahankan gigi asli
- Meningkatkan rasa percaya diri karena gigi terasa lebih kokoh
Hal yang harus dilakukan setelah dental splinting?
- Menjaga kebersihan gigi dan gusi dengan menyikat gigi dua kali sehari menggunakan sikat berbulu lembut.
- Membersihkan sela-sela gigi menggunakan dental floss atau alat yang dianjurkan dokter.
- Menghindari makanan yang terlalu keras atau lengket selama masa penyembuhan.
- Segera kembali ke dokter apabila splint terasa longgar atau lepas.
Apakah ada risiko?
Dental splinting termasuk prosedur yang aman jika dilakukan oleh dokter gigi. Namun, beberapa hal yang mungkin terjadi antara lain:
- Plak lebih mudah menumpuk apabila kebersihan mulut kurang terjaga
- Bahan splint dapat terlepas sehingga perlu diperbaiki
- Rasa tidak nyaman sementara setelah pemasangan
Karena itu, menjaga kebersihan mulut merupakan bagian penting dari keberhasilan perawatan.
Dental splinting merupakan salah satu cara efektif untuk menstabilkan gigi yang goyang akibat trauma maupun penyakit jaringan penyangga gigi.. Perawatan ini membantu mengurangi pergerakan gigi sehingga pasien lebih nyaman saat berbicara dan mengunyah, sekaligus memberi kesempatan jaringan penyangga gigi untuk pulih. Namun, dental splinting bukan solusi utama.. Penyebab utama gigi goyang tetap harus diobati agar hasil perawatan bertahan dalam jangka panjang.
Daftar Pustaka
Poetri AR, Fathurrahman H, Saveria AA. (2021). Periodontal Splinting Choises for Patient with Edentulous. Denta: Jurnal Kedokteran Gigi, 15(2), 77–85.
Hartanti, Febriyanti RF. (2022). Satisfaction Level of Periodontitis Patients with Teeth Luxation Post Splinting Treatment at RSGM UMY. Insisiva Dental Journal, 11(2), 70–77.
Louisa M, Vincentia M, Fernando VA, Caroline. (2024). One Day Treatment for Periodontal Patients: Combination of Gingival Curettage and Splinting. Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI).
Dommisch H, Walter C, Difloe-Geisert JC, et al. (2022). Efficacy of tooth splinting and occlusal adjustment in patients with periodontitis exhibiting masticatory dysfunction: A systematic review. Journal of Clinical Periodontology, 49(S24), 149–166.