Artikel

10 Alasan Jika Gula Darah Tinggi Tidak Boleh Cabut Gigi?

10 Alasan Jika Gula Darah Tinggi Tidak Boleh Cabut Gigi?

Mencabut gigi adalah prosedur yang umum dilakukan dalam praktik kedokteran gigi. Namun, pada pasien dengan kadar gula darah tinggi (hiperglikemia), tindakan ini tidak boleh dilakukan sembarangan. Kondisi gula darah yang tidak terkontrol, terutama pada penderita diabetes, dapat meningkatkan risiko komplikasi selama dan setelah pencabutan gigi.

Berikut ini terdapat 10 alasan jika gula darah tinggi menjadi pertimbangan penting sebelum pencabutan gigi:

1. Risiko infeksi lebih tinggi

Gula darah tinggi melemahkan sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, tubuh lebih sulit melawan bakteri setelah pencabutan gigi sehingga risiko infeksi meningkat.

2. Penyembuhan luka lebih lambat

Hiperglikemia mengganggu proses regenerasi jaringan dan pembentukan kolagen. Luka bekas pencabutan bisa sembuh lebih lama dibandingkan pasien dengan gula darah normal.

3. Risiko pendarahan lebih sulit dikontrol

Pada beberapa kasus,  pasien diabetes dapat terjadi gangguan fungsi pembuluh darah kecil sehingga proses pembekuan dan penyembuhan luka tidak optimal.

4. Meningkatkan risiko dry socket 

Dry socket adalah komplikasi nyeri akibat bekuan darah yang tidak terbentuk atau terlepas. Kondisi gula darah tinggi meningkatkan risiko terjadinya komplikasi ini.

5. Risiko penyebaran infeksi ke jaringan sekitar

Infeksi dari area pencabutan dapat menyebar lebih cepat pada pasien dengan kadar gula darah tinggi karena daya tahan tubuh menurun.

6. Dapat memicu lonjakan gula darah lebih tinggi

Prosedur bedah seperti pencabutan gigi, dapat menyebabkan stres pada tubuh. Respons stres ini bisa memicu peningkatan kadar gula darah yang lebih tinggi lagi.

7. Meningkatkan risiko abses/nanah

Jika terjadi infeksi, pasien dengan gula darah tinggi lebih rentan mengalami pembentukan abses/nanah yang lebih berat dan sulit ditangani.

8. Gangguan sirkulasi darah

Diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan gangguan sirkulasi, terutama pada pembuluh darah kecil. Hal ini berdampak pada suplai oksigen dan nutrisi ke area luka.

9. Risiko komplikasi sistemik

Infeksi pada rongga mulut berpotensi memperburuk kondisi sistemik, terutama pada pasien dengan diabetes yang sudah memiliki komplikasi lain seperti gangguan ginjal atau jantung.

10. Membutuhkan protokol khusus

Pasien dengan gula darah tinggi biasanya memerlukan evaluasi tambahan, termasuk pemeriksaan kadar gula darah terkini (GDP/GDS/HbA1c) sebelum tindakan. Jika kadar gula terlalu tinggi, dokter gigi akan menunda pencabutan hingga kondisi lebih stabil.

Berapa kadar gula darah yang aman untuk cabut gigi?

Batas aman kadar gula darah sebelum pencabutan gigi adalah:

  • ≤ 180 mg/dL (puasa) 

Dianggap cut-off point untuk melakukan pencabutan gigi secara selektif/sesuai jadwal tanpa risiko berlebih.

  • ≤ 234 mg/dL (random/2 jam setelah makan) 

Dipertimbangkan untuk pencabutan gigi darurat jika langkah lain tidak dapat ditunda.

  • Di bawah 70 mg/Dl

Risiko hipoglikemia meningkat, sehingga pasien butuh pemantauan tambahan sebelum tindakan.

Namun, keputusan akhir tetap berdasarkan evaluasi dokter gigi dan kondisi pasien secara menyeluruh.

Gula darah tinggi bukan berarti tidak boleh cabut gigi sama sekali, tetapi prosedur harus dilakukan dalam kondisi terkontrol dan aman. Pemeriksaan menyeluruh sebelum tindakan sangat penting untuk mencegah komplikasi serius. Jika Anda memiliki riwayat diabetes atau gula darah tinggi, selalu informasikan kepada dokter gigi sebelum perawatan agar prosedur dapat direncanakan dengan tepat dan aman.

Daftar Pustaka

Rohmaniar, P. D., Rahayu, R. P., Narmada, I. D. A. B., Sa’adah, N., & Andriani, D. (2024). Effect of Diabetes Mellitus on Each Phase of Tooth Extraction Socket Healing. Journal of International Dental and Medical Research, 17(1), 429–434.

Jegan, M., Saneem Ahamed, A., & Vijaya Lakshmi, G. (2024). The Influence of Glycemic Control Over Post-extraction Healing in Diabetic Patients. Cureus, 16(10), e70998.

Ruggiero, T., Carossa, M., Camisassa, D., Bezzi, M., Rivetti, G., Nobile, V., & Pol, R. (2024). Hyaluronic Acid Treatment of Post-Extraction Tooth Socket Healing in Subjects with Diabetes Mellitus Type 2: A Randomized Split-Mouth Controlled Study. Journal of Clinical Medicine, 13(2), 452.